Jumat, 02 November 2012

Surya di Ujung Cakrawala

Kala jingganya memendar menyilaukan tiap pasang mata penikmat anggunnya.
tertib berlabuh pada ketentuan-Nya.

Sang surya tenggelam di ujung cakrawala.
Seperti usainya cerita kasih ku akan mu.
Berakhir untuk setiap pelakon orang ketiga di selalu kisah.

Belahan hati hanya ada dua, yakni kiri dan kanan.
Tidak ada belahan lainnya.
Walaupun empedu ada, ia tetap bagian terpahit dan tak terhitungkan.
Seperti jantung, hanya satu.
Keberadaannya yang lebih hanya menjadi masalah.
Seperti itulah tentang aku, kau, dan dia.
Bukan,
Kau, dia, dan aku.
Karena akulah sang empedu.
Bagian yang tak pantas terlihat.

Ini bukan mauku.
Bukan pilihanku.
Tapi jadi tanggung jawabku.

Aku bungkam mulutku,
untuk tak tergoda menceritakan indahnya detik-detik bersamamu.
Ini demi kamu, dan hubunganmu.
Aku telah menutup kedua mataku,
agar tak melihat pesonamu.
Ku persembahkan untuk bahagiamu.
Ku telan liur pahit pada kerongkongan.
Tentang bahagia tawamu bersamanya.
Sekali lagi,
untukmu sayang.
Semoga kau bahagia.

A CRUEL MAN WITH A CRUEL LOVE

Nhia Hammado

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks buat komentarx..:)