Sejenak aku hentikan tarian dalam
benak, mencoba menelaah dan memahami maksud Sang Pencipta. Ada haru dan tangis
yang memaksa untuk tertuang begitu saja. Jika hendak aku memilih, akan aku
jadikan diriku laksana sehelai bulu yang terbang sekenanya melalui bias-bias
cahaya matahari. Baru saja penglihatanku terkesimak takjub pada helaian satu
bulu yang berlenggak menjauh berdansa dengan sang angin.
Tuhanku Sang Pencipta,
Ada jutaan alasan aku untuk berbagi
senyuman ini. Dan tak kutemui satu pun alasan tepat agar lengkungan garis
senyuman itu pudar. Tetapi kepenatan dan “kesendirian” ku mengajakku bermain
pada ranah kegusaran yang semakin menjadi-jadi. Akh..aku harus mampu dan memang
harus bisa. Jauh kaki ini ku langkahkan, kutinggalkan kebahagiaan dan kehidupan
di masa kecil ku, dengan tujuan berjihad di jalan-Nya. Lantas, masihkah kaki
ini bergetar hendak mundur dari pijakannya.
Aku hentakkan dengan keras kedua tiang
penyanggaku, kutanamkan kakiku pada tanah, agar tanah tahu bahwa aku tak gentar
menyibakkan setiap masalah yang menghalangi pandanganku. Kubenamkan kerinduanku
yang terdalam pada kedua tangan, diiringi air mata yang mengalir syahdu
bermunajat agar sekiranya Sang Maha Kuasa membesarkan hatiku.
Aku teriakkan lantang:
AKU-LAH SANG WARIOR..!!
AKU-LAH SANG WARIOR..!!
Ditanganku adalah kemenangan yang
mutlak harus aku taklukkan dari nasibku.
Akan aku tuju garis akhir itu..
Cepat atau lambat, dentang jarum jam
pun akan menaruh hati padaku, mendoakan agar setiap kebaikan mendampingi tiap
langkahku menuju-Nya.
Yah..yang kupunya hanya tekad,
keyakinan dan doa. Dan senjataku adalah ikhtiarku.
Bismillah..
Aku NURUL ICHSANIA mengikrarkan segala
kebahagiaan dan cita-cita mulia orang tua dan orang yang menyayangiku akan
segera aku wujudkan, amin.
(Dalam jeda yang terbilang, aku
bersujud, menyingkirkan segenap keluh dalam tiap butiran peluh, untukku, dan
untuk masa depanku).
21 September 2013
Bogor, Jawa Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks buat komentarx..:)