Sabtu, 21 September 2013

Untitled

Sejenak aku hentikan tarian dalam benak, mencoba menelaah dan memahami maksud Sang Pencipta. Ada haru dan tangis yang memaksa untuk tertuang begitu saja. Jika hendak aku memilih, akan aku jadikan diriku laksana sehelai bulu yang terbang sekenanya melalui bias-bias cahaya matahari. Baru saja penglihatanku terkesimak takjub pada helaian satu bulu yang berlenggak menjauh berdansa dengan sang angin.

Tuhanku Sang Pencipta,

Ada jutaan alasan aku untuk berbagi senyuman ini. Dan tak kutemui satu pun alasan tepat agar lengkungan garis senyuman itu pudar. Tetapi kepenatan dan “kesendirian” ku mengajakku bermain pada ranah kegusaran yang semakin menjadi-jadi. Akh..aku harus mampu dan memang harus bisa. Jauh kaki ini ku langkahkan, kutinggalkan kebahagiaan dan kehidupan di masa kecil ku, dengan tujuan berjihad di jalan-Nya. Lantas, masihkah kaki ini bergetar hendak mundur dari pijakannya.

Aku hentakkan dengan keras kedua tiang penyanggaku, kutanamkan kakiku pada tanah, agar tanah tahu bahwa aku tak gentar menyibakkan setiap masalah yang menghalangi pandanganku. Kubenamkan kerinduanku yang terdalam pada kedua tangan, diiringi air mata yang mengalir syahdu bermunajat agar sekiranya Sang Maha Kuasa membesarkan hatiku.

Aku teriakkan lantang:
AKU-LAH SANG WARIOR..!!

Ditanganku adalah kemenangan yang mutlak harus aku taklukkan dari nasibku.
Akan aku tuju garis akhir itu..
Cepat atau lambat, dentang jarum jam pun akan menaruh hati padaku, mendoakan agar setiap kebaikan mendampingi tiap langkahku menuju-Nya.
Yah..yang kupunya hanya tekad, keyakinan dan doa. Dan senjataku adalah ikhtiarku.

Bismillah..

Aku NURUL ICHSANIA mengikrarkan segala kebahagiaan dan cita-cita mulia orang tua dan orang yang menyayangiku akan segera aku wujudkan, amin.

(Dalam jeda yang terbilang, aku bersujud, menyingkirkan segenap keluh dalam tiap butiran peluh, untukku, dan untuk masa depanku).

21 September 2013

Bogor, Jawa Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks buat komentarx..:)